Pemanasan global atau Global Warming adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi. Istilah pemanasan global digunakan untuk menggambarkan peningkatan suhu akibat efek rumah kaca. Perubahan iklim global diartikan sebagai serangkaian ciri-ciri iklim yang sedang berubah saat ini, termasuk pola-pola curah hujan dan angin.
Salah satu penyebab pemanasan global adalah efek rumah kaca. Efek rumah kaca memungkinkan adanya kehidupan di bumi. Tanpa efek rumah kaca, maka suhu di bumi akan turun drastis. Namun, kini para ilmuan percaya bahwa akibat kegiatan manusia konsentrasi gas-gas rumah kaca telah bertambah banyak, sehingga sudah mempengaruhi iklim di bumi (IPCC 2001). Gas rumah kaca itu sendiri antara lain CO2 (karbon dioksida), CH4 (metana), N2O (nitrogen dioksida), PFCS (perfluorokarbon), HFCS (hidro-fluorokarbon), dan SF6 (sulfurheksafluorida).
Pemantauan perubahan iklim dari tahun ke tahun terus menerus dilakukan oleh IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change- panel ilmiah yang terdiri atas para ilmuan dari seluruh dunia). Di bulan April 2007, oleh berbagai kelompok kerja dalam IPCC diluncurkan Laporan Penilaian ke Empat (Fourth Assement Report). Kelompok Kerja I (berkonsentrasi pada ilmu pengetahuan perubahan iklim) menyampaikan bahwa berdasarkan berbagai penelitian mengenai peningkatan temperatur sejak pertengahan abad 20 disimpulkan penyebab kenaikan suhu adalah konsentrasi gas rumah kaca akibat kegiatan manusia (antropogenik).
Perubahan iklim merupakan ancaman sangat serius terhadap seluruh keanekaragaman hayati di bumi.
Dampak-dampak dari perubahan iklim antara lain:
1. Dengan adanya perubahan iklim, semakin banyak bukti yang ditemukan tentang dampak negatif terhadap satwa burung, baik dalam aspek perilaku, kemampuan untuk berkembang biak, maupun kemampuan untuk bertahan hidup.
2. Perubahan iklim juga berdampak terhadap mamalia laut, misalnya paus dan lumba-lumba baik secara langsung maupun tidak langsung.
3. Perubahan iklim juga memainkan peran penting terhadap hilangnya orangutan Kalimantan dan di masa mendatang dapat meningkatkan keterancaman spesies genting ini.
4. Perubahan iklim juga diperkirakan akan memberikan dampak terhadap orang utan secara tidak langsung, misalnya terhadap ketersediaan sumber dan kelimpahan pakan karena terpengaruhnya sistim perbungaan dan perbuahan pohon yang menjadi sumber pakannya.
Beberapa bukti pemanasan global:
1. Peningkatan peristiwa gelombang panas (heat waves)
Contoh: Agustus 2003 terjadi gelombang panas di Perancis yang membunuh 11.435 orang dengan temperatur mencapai 40C (104F).
2. Mencairnya es kutub dan glasier
Contoh: Di Pegunungan Kaukasus antara Laut Hitam dan Laut Kaspia, selama 100 tahun terakhir setengah dari semua glasiernya telah mencair.
3. Naiknya permukaan laut
Contoh: Sejak tahun 1938, sepertiga dari pantai berawa di suatu margastwa di Teluk Chesapeake telah terendam air laut.
4. Tumbuhan berbunga lebih awal
Contoh: Dua pertiga spesies tumbuhan sekarang berbunga lebih awal dibandingkan beberapa dekade yang lalu.
5. Musim semi datang lebih awal
Contoh: Sepertiga burung-burung di Inggris sekarang bertelur lebih awal dibandingkan 30 tahun yang lalu, dan pohon eik (oak) sekarang berdaun lebih awal dari pada 40 tahun yang lalu.
6. Pergeseran jelajah spesies
Contoh: Dua pertiga spesies kupu-kupu Eropa yang pernah diteliti sekarang ditemukan lebih jauh lagi ke utara hingga 35 sampai 250 km daripada yang tercatat beberapa dekade yang lalu.
7. Penurunan populasi
Contoh: Populasi burung penguin Adelie menurun hingga sepertiga dalam 25 tahun terakhir karena habitat esnya mencair.

Daftar pustaka:
Indrawan, Mochamad, dkk. 2007. Biologi Konservasi. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

About these ads