Bencana alam adalah konsekuensi dari kombinasi aktivitas alami (suatu peristiwa fisik, seperti letusan gunung, gempa bumi, tanah longsor) dan aktivitas manusia. Karena ketidakberdayaan manusia, akibat kurang baiknya manajemen keadaan darurat, sehingga menyebabkan kerugian dalam bidang keuangan dan struktural, bahkan sampai kematian. Indonesia belakangan ini dilanda bencana alam bertubi-tubi seperti – banjir bandang Wasior, tsunami Mentawai dan rentetan letusan Gunung Merapi serta beberapa bencana lainnya di berbagai tempat.

Bencana alam letusan gunung merapi merupakan bencana alam yang mendapat sorotan lebih dibandingkan bencana alam lainnya. Mulai dari bantuan yang mengalir sampai misteri – misteri di balik letusan tersebut. Adanya satu fenomena alam berupa munculnya awan yang menyerupai kepala Petruk menjadi perbincangan banyak orang dan menjadi misteri.  Kata mistik sendiri menurut asal katanya, berasal dari bahasa Yunani mystikos yang artinya rahasia (geheim), serba rahasia (geheimzinnig), tersembunyi (verborgen), gelap (donker) atau terselubung dalam kekelaman (in het duister gehuld). Berdasarkan arti tersebut mistik sebagai sebuah paham yaitu paham mistik atau mistisisme merupakan paham yang memberikan ajaran yang serba mistis (misal ajarannya berbentuk rahasia atau ajarannya serba rahasia, tersembunyi, gelap atau terselubung dalam kekelaman) sehingga hanya dikenal, diketahui atau dipahami oleh orang-orang tertentu saja, terutama sekali penganutnya.

Peristiwa aneh tersebut berhasil diabadikan Suswanto (43), warga Desa Sudimoro, Pucang Anom, Kecamatan Srumbung, Magelang, Jawa Tengah, dengan kamera miliknya. Awan mirip sosok Petruk itu terlihat pada Selasa 26 Oktober sekira pukul 17.00 WIB.

Suswanto menceritakan, saat itu dirinya secara kebetulan keluar rumah dan memandang ke arah Gunung Merapi. Saat itulah dia melihat gumpalan awan mirip sosok Petruk. “Lalu saya ambil kamera dan memfotonya. Awalnya hanya iseng, tapi kemudian hasil gambarnya mengejutkan,” ujarnya di Magelang, Senin (1/11/2010).

Disebutkan, awan di atas puncak Merapi itu membentuk pola kepala Petruk dengan hidung panjang dan kuncir rambut melengkung ke atas. Sosoknya menghadap ke arah Selatan, yaitu Yogyakarta. Dari depan rumah Suswanto ke puncak Merapi sekira 13 kilometer.

Bagi masyarakat di Lereng Merapi sosok Petruk memiliki mitos dan misteri sendiri. Mereka menyakini Gunung Merapi dikuasai sosok gaib, yaitu Mbah Petruk. Sejumlah warga yang melihat hasil jepretan Suswanto menyakini bahwa gambar tersebut mirip sosok Petruk, sang penunggu Merapi.

Petruk adalah salah satu Punakawan. Di antara para punakawan yang lain misalnya Ki Lurah Semar, Gareng, Petruk, Bagong. Ada suatu keyakinan tersendiri di kalangan masyarakat bahwa Petruk Kanthong Bolong adalah sang punakawan yang akan datang “menagih janji” kepada para pemimpin dan nusantara.

Berbagai fenomena gaib sebenarnya dapat dijelaskan secara logika seperti fenomena tersebut. Menurut peneliti gunung api dari Badan Geologi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, Igan Sutawijaya, awan itu sebetulnya asap akibat erupsi vertikal Merapi. Asap itu membawa gas solfatara berikut abu-abu vulkanik. Asap ini mirip dengan wedhus gembel hanya saja gerakannya membubung tinggi ke angkasa. “Angin dan awan mungkin saja membentuknya menjadi formasi itu,” kata Igan yang dihubungi lewat telepon pada Senin (8/10). Igan juga menambahkan kalau dari daerah selain Magelang, awan itu bisa saja tampak berbeda.

Igan juga menegaskan kalau asap seperti ini sudah biasa dikeluarkan gunung api. Asapnya bisa saja berhubungan dengan erupsi, tapi bentuknya tidak menentukan kejadian erupsi, jelasnya.

Sumber:

http://besteasyseo.blogspot.com/2010/11/foto-awan-petruk-gunung-merapi-fenomena.html

http://nationalgeographic.co.id/lihat/berita/137/apa-sebetulnya-awan-petruk